PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK INKLUSIF MELALUI PENGUATAN LITERASI SOSIAL DAN NILAI-NILAI PANCASILA
Keywords:
Pendidikan Inklusif, Sekolah Ramah Anak, Literasi Sosial, Nilai-nilai Pancasila, Pemberdayaan GuruAbstract
Penyelenggaraan pendidikan inklusif dan Sekolah Ramah Anak memerlukan kapasitas guru yang memadai dalam memahami keberagaman peserta didik, literasi sosial, serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Namun, hasil identifikasi awal pada sekolah mitra menunjukkan bahwa sekitar 70% guru belum memperoleh pelatihan khusus mengenai pendidikan inklusif dan Sekolah Ramah Anak, sementara perangkat pembelajaran adaptif dan mekanisme pemetaan sosial yang sistematis belum tersedia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak yang inklusif melalui penguatan literasi sosial dan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, peningkatan kapasitas, pendampingan, praktik penerapan, refleksi, monitoring, dan evaluasi. Inovasi yang diterapkan berupa Paket Teknologi Edukasi Sosial-Inklusif Sekolah Ramah Anak (PTE-SISRA), yang terdiri atas modul Sekolah Ramah Anak berbasis Pancasila, perangkat pembelajaran adaptif, Kartu Nilai-Nilai Pancasila, instrumen pemetaan sosial dan monitoring, serta SOP Sekolah Ramah Anak Inklusif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai pendidikan inklusif dan Sekolah Ramah Anak meningkat dari 60% menjadi 87%, sedangkan pemahaman literasi sosial dan nilai-nilai Pancasila meningkat dari 58% menjadi 85%. Kedua indikator tersebut melampaui target program sebesar 80%. Dengan demikian, program berhasil meningkatkan kapasitas awal guru sekaligus menyediakan perangkat pendukung praktis untuk implementasi Sekolah Ramah Anak yang inklusif.
References
Astiti, K. A., Ardan, A. S., & Samo, D. D. (2021). Program kemitraan masyarakat: Perancangan praktikum matematika dan IPA sederhana bagi guru SMP. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 6(3), 266–271. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v6i3.1787
Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22 (7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-4
Gustaman, R. F., Gandi, A., & Ratnaningsih, N. (2025). Implementasi pendidikan inklusif dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Jurnal Education and Development, 13 (1), 660–666. https://doi.org/10.37081/ed.v13i1.6635
Indriani, F., & Satrianawati. (2018). Evaluasi penyelenggaraan pendidikan inklusi berbasis nilai-nilai Pancasila di SD Negeri Taman Sari Kota Yogyakarta. Jurnal Penelitian Pendidikan, 35(2), 143–154. https://doi.org/10.15294/jpp.v35i2.15426
Kirkpatrick, D. L. (1994). Evaluating training programs: The four levels. Berrett-Koehler Publishers.
Muharammah, D., & Sari, N. (2025). Membangun sekolah dasar yang inklusif dan ramah anak: Strategi dan implementasi. Pandai: Jurnal Pendidikan, 1 (1), 35–42.
Tumiel-Berhalter, L. M., McLaughlin-Diaz, V., Vena, J., & Crespo, C. J. (2007). Building community research capacity: Process evaluation of community training and education in a community-based participatory research program serving a predominantly Puerto Rican community. Progress in Community Health Partnerships: Research, Education, and Action, 1(1), 89–97. https://doi.org/10.1353/cpr.0.0008
UNESCO. (2020). Global education monitoring report 2020: Inclusion and education—All means all. UNESCO. https://doi.org/10.54676/JJNK6989
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



















