EKSISTENSI TRADISI MENDAHULUKAN ANAK DALAM HIDANGAN PESTA SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DESA P.P. MAKMUR, KABUPATEN PADANG LAWAS
Keywords:
kearifan lokal; tradisi; anak; hidangan pesta; hatobangon; Desa P.P. Makmur.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi mendahulukan anak dalam hidangan pesta sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Desa P.P. Makmur, Kabupaten Padang Lawas. Tradisi tersebut merupakan kebiasaan masyarakat dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk makan terlebih dahulu sebelum orang dewasa, terutama ketika dalam kegiatan pesta terdapat hatobangon atau orang yang dituakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan hatobangon atau tokoh masyarakat, orang tua, serta masyarakat yang mengetahui dan mengalami praktik tersebut. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mendahulukan anak dilakukan terutama agar anak-anak dapat menyelesaikan makan terlebih dahulu sehingga tidak mengganggu orang dewasa ketika menikmati hidangan. Keberadaan hatobangon menjadi salah satu konteks sosial dalam pelaksanaan tradisi, tetapi bukan merupakan alasan utama anak didahulukan. Tradisi tersebut juga mencerminkan nilai keteraturan, kepedulian terhadap anak, tata krama, kebersamaan, dan pewarisan budaya antargenerasi. Eksistensi tradisi terlihat dari praktik yang masih dilakukan, penerimaan masyarakat, serta proses pembiasaan dan pewarisan kepada generasi berikutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat ditemukan dalam kebiasaan sederhana masyarakat yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Padang Lawas. (2025). Badan Pusat Statistik Kabupaten Padang Lawas. https://padanglawaskab.bps.go.id/
Chairul, A. (2019). Kearifan lokal dalam tradisi mancoliak anak pada masyarakat adat Silungkang. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 5(2), 172–188. https://doi.org/10.36424/jpsb.v5i2.86
Harahap, B. S., & Pulungan, R. (2021). Pergeseran nilai budaya upah-upah pada kelahiran anak terhadap mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/BAHTERASIA/article/view/8005
Harahap, S. A., Saleh, S., & Marsa, Y. J. (2023). Peran Naposo Nauli Bulung dalam pelestarian budaya adat Batak Mandailing. Journal of Humanities and Social Sciences. https://journal.unpak.ac.id/index.php/jhss/article/downloadSuppFile/6795/1043
Kompas.com. (2024, April 22). 5 kearifan lokal di Sumatera, dari Smong hingga Kelekak. https://regional.kompas.com/read/2024/04/22/204347078/5-kearifan-lokal-di-sumatera-dari-smong-hingga-kelekak?page=all
Moleong, L. J. (2013). Metode penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mustika, B. P. K., Masyhuri, & Nursaptini. (2025). Tradisi Begibung: Modal sosial dalam memperkuat solidaritas masyarakat Sasak di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. SOSIO EDUKASI: Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan, 9 (1), 93-104.
https://ejournal.hamzanwadi.ac.id/index.php/sosedu/article/download/32997/7879
Nasution, S. N. (2022). Nilai-nilai sosial dan kearifan lokal dalam Andung Mandailing Tapanuli Selatan (dokumentasi dan terjemahan ke dalam bahasa Inggris). DIALEKTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya, 7(1). https://doi.org/10.33541/dia.v7i1.4771
Sari, Y. P., Faizah, H., & Auzar. (2023). Nilai sosial dalam tradisi makan bajambau pada perayaan penyantunan anak yatim piatu Dusun Jawi-Jawi dan Dusun Padang Tengah. Jurnal Ilmu Budaya, 19(2). https://doi.org/10.31849/jib.v19i2.13363
Sartini. (2004). Menggali kearifan lokal Nusantara: Sebuah kajian filsafati. Jurnal Filsafat, 14(2), 111–120. https://doi.org/10.22146/jf.33910
Simanjuntak, A., et al. (2026). Eksplorasi nilai-nilai budaya Mandailing di Bagas Godang Raja Najunggal sebagai landasan praktik konseling lintas budaya. Jurnal Riset Tindakan Indonesia (Ristekdik), 11(3). https://doi.org/10.31604/ristekdik.2026.v11i3
Sundari, A., & Harahap, S. (2024). Tradisi makan bersama berhadap-hadapan pada masyarakat Melayu Batubara: Analisis kearifan lokal dalam kehidupan sosial etnik Melayu. Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora, 10(2), 298–309. https://doi.org/10.29303/jseh.v10i2.554
Wula, A., & Setyaningrum, D. (2025). Kearifan budaya lokal masyarakat Desa Ngalukoja dalam konservasi lingkungan. SOSIO EDUKASI: Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan.https://ejournal.hamzanwadi.ac.id/index.php/sosedu/article/download/34768/8609/212485
Yulianda, A., Harahap, A. L., & Rambe, S. A. (2023). Nilai-nilai kearifan lokal dalam tari Endeng Endeng suku Batak Mandailing: Kajian pendidikan karakter. Jurnal Education and Development, 11(1), 267–269. https://doi.org/10.37081/ed.v11i1.4193
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



















